Doa Mencukur Rambut Bayi

Biasanya doa untuk mencukur rambut bayi ini dilakukan pada saat pemberian nama kepada bayi laki-laki maupun bayi perempuan.  Mencukur rambut bayi adalah salah satu rangkaian dalam acara aqiqah yang dilakukan pada hari ke tujuh setelah kelahiran. Selain itu boleh juga dilakukan lebih dari seminggu. Akan tetapi, lebih utama jika di lakukan pada hari ke tujuh setelah kelahiran. Memotong atau mencukur rambut bayi biasanya menggunakan gunting atau pun pisau untuk mencukur rambut bayi.

Di dalam islam telah dianjurkan agar kita sebagai orang tua harus mencukur rambut bayinya. Hukum mencukur rambut bayi adalah sunnah. Akan tetapi, jika tidak melakukan tidak apa-apa, tapi sebaiknya harus dilakukan.  Bayi laki-laki di cukur sampai gundul, sedangkan untuk bayi perempuan jika tidak dicukur juga tidak apa-apa dan jika tidak digundulkan juga tidak apa-apa. Setelah dicukur, harus ditimbang berat badannya untuk dijadikan perak dan juga disedekahkan.

Di dalam Islam memotong atau pun mencukur rambut bayi tidak boleh secara sembarangan. Akan tetapi, mencukur rambut bayi sudah diterapkan di dalam Islam. Maka dari itu, kita sebagai orang tua harus mengetahui terlebih dahulu tentang tata cara mencukur rambut bayi. Mencukur rambut bayi harus diawali dengan doa. Berikut ini doa untuk mencukur rambut bayi, sebagai berikut :

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ. الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ. اللّٰهُمَّ نُوْرُ السَّمَوَاتِ وَنُوْرُ الشَّمْسِ وَالْقَمَرِ ، اللّٰهُمَّ سِرُّ الله نُوْرُ النُّبُوَّةِ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Biasanya setelah mencukur rambut bayi, ubun-ubun bayi tersebut harus ditiup. Meniup ubun-ubun juga tidak boleh sembarangan tiup. Karena meniup ubun-ubun juga ada doa-nya, antara lain sebagai berikut :

اللّٰهُمَّ إِنِّى أُعِيْذُهَا وَذُرِيَّاتَهَا بِكَ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْم

Mencukur rambut bayi sebaiknya dilakukan pada hari ke tujuh setelah kelahiran. Karena hal itu berdasarkan hadist dari Salman bin Amir Ad-Dhabbi, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda :

“Setiap anak harus ada Aqiqahnya, sembelilah aqiqah untuknya dan buanglah kotoran darinya”

Selain itu juga, setelah mencukur rambut bayi, kita dianjurkan untuk bersedekah dengan perak seberat rambut bayi tersebut. Berikut ini hadist tentang bersedekah dengan perak :

Imam Ahmad mengatakan bahwa :

“sesungguhnya Fatimah R.A mencukur rambut Hasan dan Husain, dan bersedekah dengan perak seberat rambutnya.

Sedangkan Imam Al Malik meriwayatkan di dalam Al-Muwatta,

“Fatimah menimbangkan rambut Hasan, Husain, Zainab, dan Ummu Kultsum, dan beliau bersedekah dengan perak seberat rambutnya itu.

Itulah Hadist dan juga doa menurut Islam dalam mencukur rambut bayi dan meniup ubun-ubun bayi. Jika pada hari ke tujuh tidak dicukur, kamu boleh menggantikan pada hari lainnya walaupun sudah baligh. Akan tetapi, sebaiknya mencukur rambut bayi harus dilakukan pada hari ke tujuh setelah kelahiran. Karena hal itu sudah diterapkan di dalam Islam.

Bagi orang tua, harus mencukur rambut bayinya. Karena itu termasuk sunnah rasul. Sebelum dilakukan pencukuran, sebaiknya mengetahui terlebih dahulu hal-hal atau syarat dalam mencukur rambut bayi.(Ririn)

 

 

About The Author

Reply