Cara Mengatasi Anak Jadi Rewel Setelah Punya Adik

Setelah punya adik, anak jadi rewel? Mungkin Bunda bingung dan bertanya-tanya, ada apa dengan si buah hati?

Meski harus lebih bersabar menghadapi tingkahnya, tapi tahukah Bunda? rewelnya anak setelah menjadi kakak merupakan cara untuk menunjukkan kecemburuannya terhadap si Adik yang lebih banyak mendapat perhatian Anda, padahal sebelumnya seluruh perhatian dan kasih sayang hanya diberikan padanya.

Namun Bunda tidak perlu khawatir, sebab kecemburuan yang dalam bentuk rewelnya si buah hati yang takut tidak lagi mendapat cinta serta perhatian dari orang tuanya adalah normal dan biasa terjadi.

Untuk menghadapi anak yang rewel setelah mempunyai adik, Bunda harus lebih bersabar dan jangan cepat emosi karena tingkahnya yang sudah menjadi kakak di usia balita. Tunjukkan bahwa tidak ada yang berubah dengan perhatian, cinta dan kasih sayang Bunda untuknya.

Selain itu, momsharing.id telah merangkum beberapa cara untuk mengatasi anak yang jadi rewel setelah punya adik seperti berikut ini:

  1. Luangkan Waktu

Anak yang rewel setelah punya adik dan menjadi kakak seringkali mengekspresikan kecemburuannya dengan kembali bertingkah seperti bayi, misalnya sering mengompol, menolak untuk tidur sendiri hingga menjadi pemilih soal menu makanan.

Namun, semua perilaku tersebut merupakan bentuk si Kecil untuk menarik perhatian Bunda. Jadi, Bunda jangan buru-buru terbawa emosi dulu.

Selain tetap bersabar, sebaiknya luangkan waktu khusus berdua untuk bermain dengan si kakak dan katakan bahwa Bunda masih sangat menyayanginya, terlebih setelah ia menjadi seorang kakak.

  1. Sertakan si kecil saat Merawat Bayi

Bunda, sebenarnya anak penasaran terhadap bayi yang sudah menjadi adiknya. Namun, terkadang kecemburuannya lebih terlihat menonjol.

Untuk itu, tidak ada salahnya untuk menyertakan anak saat Bunda merawat bayi. Seperti mempersiapkan peralatan mandi bayi. Dengan begitu, ikatan antara kakak dan adik akan terbangun dengan sendirinya.

Selain itu, kecemburuan si kakak jadi berkurang dan anak pun dengan sendirinya belajar untuk berbagi cinta dengan adiknya.

  1. Ajak Si Kecil Bermain dengan Adiknya

Terkadang, anak menjadi lebih rewel ketika Bunda sibuk mengurus adiknya. Ia akan merasa tidak diperhatikan dan kasih sayang Bunda jadi berkurang karena si adik.

Tak jarang pula anak menjadi lebih agresif dan tidak senang dengan kedekatan Bunda dengan adiknya. Untuk itu, Bunda dapat mengajak anak bermain dengan adiknya, seperti bermain cilukba dan lain sebagainya. Bunda juga dapat mengulang-ngulang untuk menyatakan bahwa Anda sangat menyayanginya.

 

  1. Bangun Ikatan Kakak dan Adik

Bunda, rasa cemburu dan rewel anak terkadang lebih terlihat ketika Bunda menggendong atau menyuapi makanan pada adiknya. Hal ini dikarenakan si kakak merasa tidak diperhatikan lagi.

Sebaiknya, bangunlah ikatan antara kakak dan adiknya, misalnya dengan membiarkan si kakak memeluk atau menggendong adiknya dengan bantuan Bunda. Sebab menurut pakar, saat menghirup feromon yang terdapat pada kepala bayi, si kakak akan jatuh cinta dan menjadi protektif kepada adiknya. Dengan demikian, semakin sering si kakak memeluk adiknya, makin kuat pula hubungan antara keduanya.

  1. Jangan Minta Anak Bersikap ‘Sudah Besar’

Tak jarang para orang tua beranggapan bahwa setelah si adik lahir, si kakak harus menjadi besar dan bersikap sebagai anak yang sudah besar padahal masih dalam usia balita. Nah, sebaiknya jangan minta anak bersikap seperti anak yang sudah besar yang Bunda.

Sebaiknya, biarkan tetap menjadi balita seperti merengek atau berperilaku seperti bayi untuk mendapatkan perhatian yang lebih. Sebab, hal ini wajar terhadap anak yang baru menjadi kakak. Kemudian, tetaplah berikan perhatian dan kasih sayang dengan porsi yang sama.

  1. Jangan Pusatkan Perhatian Hanya untuk Bayi

Seringkali tanpa disadari Bunda lebih memusatkan perhatiannya hanya kepada bayi. Akibatnya, anak yang baru menjadi kakak lebih rewel karena merasa diabaikan oleh sang ibu yang lebih sibuk mengurus adiknya. Bahkan, terkadang anak menjadi sedih hanya karena Bunda memuji-muji adiknya.

Sebab itu, sebaiknya berikan pujian yang sama kepada si kakak dan ajari ia untuk berinteraksi dengan baik kepada adiknya. Jika si kakak meminta bantuan, tapi Bunda masih sibuk mengurus kebutuhan bayi, hindari untuk menolaknya. Namun, Bunda dapat mengatakan bahwa Bunda akan segera memberi bantuan kepada si kakak setelah mengurus adiknya.(Yolaristania Vidiani)

 

 

 

About The Author

Reply