Apakah Anak Broken Home Bisa Sukses?

Mom Sharing – Dilahirkan di tengah keluarga yang jauh dari kata harmonis, tentu tidak pernah diinginkan semua anak. Seringkali keretakan antara orangtua menyebabkan anak sebagai sosok yang paling merasakan dampak negatifnya.

Tak hanya kasih sayang, terkadang perpisahan antara kedua orangtua menyisakan trauma di masa pertumbuhannya hingga mempengaruhi mental anak broken home sebagai korban dari ketidakcocokan orangtua.

Namun, kondisi ini justru membuat anak broken home lebih mampu mengerti arti kehilangan yang sesungguhnya. Bahkan tak jarang, berada dalam keluarga yang tidak harmonis saat masa tumbuh kembang, seringkali mengganggu psikologis anak.

Menurut University of New Hampshire Cooperative Extension, dampak dari ketidak harmonisan keluarga terhadap perkembangan anak dapat dilihat dari beberapa faktor, mulai dari hubungan dalam keluarga, kepribadian anak, hingga faktor usia anak ketika harus menghadapi perceraian orangtua.

Memang, kebanyakan orang beranggapan bahwa anak-anak broken home memiliki kepribadian yang nakal, sulit mengekspresikan diri secara baik, dan tidak mampu meraih kesuksesan. Namun, spekulasi ni dapat terpatahkan dengan berbagai kelebihan yang dimiliki anak broken home dan tidak ditemukan pada anak-anak normal.

Pada kenyataannya, tidak sedikit anak-anak broken home yang tumbuh sebagai pribadi mandiri dan bermental tangguh. Bahkan saat beranjak dewasa, anak-anak broken home memiliki kemampuan untuk memotivasi dirinya sendiri untuk menjadi sukses.

Jadi anggapan anak broken home sulit untuk sukses tidaklah benar. Sebab, terdapat beberapa alasan yang membuat anak-anak home mampu meraih kesuksesan, seperti berikut ini:

 

  1. Mandiri

Kehilangan keluarga yang utuh mengharuskan anak-anak broken home agar mampu melakukan segala hal sendiri.

Sehingga, saat beranjak dewasa anak broken home akan tumbuh sebagai pribadi yang lebih mandiri daripada anak-anak yang memiliki keluarga yang sempurna.

Dengan kemandiriannya tersebut, secara tidak langsung hidupnya menjadi lebih baik hingga meraih kesuksesan.

 

  1. Bermental Tangguh

Tidak mendapat perhatian dan berkurangnya kasih sayang dari orangtua membuatnya memiliki mental yang tangguh.

Pahitnya hidup yang ia rasakan semenjak belia membuatnya kuat menghadapi hinaan hingga perlakuan tidak menyenangkan dari orang-orang di sekitarnya. Hal ini justru membuatnya tumbuh sebagai anak yang kuat dan bermental tangguh.

 

  1. Keinginan Untuk Hidup Lebih Baik

Tumbuh di tengah keluarga yang semrawut tidak pernah diinginkan oleh anak-anak broken home. Namun, kondisi keluarga yang tidak utuh mengharuskannya untuk kembali merajut hidup yang lebih baik lagi.

Anak-anak broken home akan berupaya mengembalikan puing-puing yang sudah hancur akibat perpisahan di tengah keluarganya. Sebab itu, keinginannya untuk hidup yang lebih baik lebih besar. Sehingga, tak sedikit anak-anak broken home menjadi lebih sukses.

 

  1. Terbiasa dengan Kesulitan

Perpisahan orangtua yang membuatnya kehilangan keluarga utuh, memang terkadang menyisakan trauma terhadap anak-anak. Apalagi jika perceraian itu terjadi di masa tumbuh dan berkembangnya.

Namun, kondisi ini justru menempa untuk menjadi anak yang kuat menghadapi kesulitan. Hingga beranjak dewasa, anak-anak broken home sudah terbiasa dengan kesulitan dan berupaya menghadapinya sendiri.

 

  1. Pekerja Keras

Selain faktor-faktor di atas, alasan anak-anak broken home mampu meraih kesuksesan adalah jiwa pekerja keras yang sudah terlatih sejak dini.

Selain itu, sebagai pekerja keras sering membuat anak-anak broken home bertekad untuk meraih kesuksesan. Hal ini tak jarang dijadikan sebagai pembuktian bahwa meski kurangnya perhatian dan kasih sayang dari orangtua, anak broken home mampu hidup lebih sukses dari mereka yang berasal dari keluarga yang normal.

Tumbuh dan berkembang di tengah keluarga yang tidak utuh tidak pernah menjadi pilihan bagi anak-anak broken home. Namun, kondisi yang merenggut keluarganya justru menempanya untuk tumbuh sebagai pribadi yang tangguh dan mandiri.

Memang tak jarang beberapa anak-anak broken home akan merasakan trauma dan luka yang teramat sangat hingga sulit menerima kenyataan. Bahkan, tidak sedikit yang membenci orangtuanya karena dipengaruhi amarah setelah kurangnya kasih sayang.

Akan tetapi, tidak sedikit pula yang menjadi sukses. Nah, dengan beberapa alasan tersebut anak-anak broken home mengejutkan orang-orang di sekitarnya lewat kesuksesan. Anak-anak broken home yang sukses seakan mematahkan anggapan yang selama ini membuatnya dipandang sebagai anak nakal dan berkepribadian tidak baik.(Yola)

Leave a Comment