Bahaya Upload Foto Anak di Media Sosial

Mom Sharing – Melihat tingkah dan wajah menggemaskan buah hati, tentu memberi kebahagiaan tersendiri bagi para orangtua. Tak jarang banyak orangtua yang mengabadikan wajah menggemaskan Si Kecil dan membagikannya di media sosial, mulai dari Instagram, Twitter, Facebook, dan lainnya.

Akan tetapi, sebelum memutuskan untuk memposting foto-foto Si Kecil di media sosial, sebaiknya mempertimbangkan faktor keamanan bagi anak maupun Bunda. Sebab ternyata, ada bahaya yang mengintai setelah foto-foto Si Kecil di upload ke media sosial jika tidak memperhatikan faktor keamanannya.

Untuk itu, Child Rescue Coalition, sebuah organisasi nirlaba, memberi peringatan kepada orangtua untuk tidak meng-upload foto-foto Si Kecil di media sosial, meski foto-foto tersebut tidak tampak berbahaya.

Kerap mengunggah foto Si Kecil ke media sosial, justru dapat menjadi bumerang bagi anak. Sebab, dikhawatirkan memicu terjadinya kejahatan online, hingga tak jarang mengundang para pelaku pedofil online untuk beraksi.

Selain itu, terdapat bahaya lainnya yang mengintai jika oversharing atau sering meng-upload foto-foto anak me media sosial, seperti yang sudah dirangkum Garuda Cyber Indonesia berikut ini:

  1. Penjualan Anak

Tak dapat dipungkiri, dunia maya turut memudahkan para pelaku kejahatan online untuk melancarkan aksinya. Salah satunya para pelaku kejahatan penjualan anak.

Para pelaku kejahatan penjualan anak akan terpancing untuk memanfaatkan foto-foto menggemaskan Si Kecil dan meraih keuntungan dari media sosial. Bahkan, tak jarang seorang anak yang bergaya menggemaskan di foto bisa dihargai hingga miliaran rupiah.

Tentunya Bunda tak ingin peristiwa mengerikan ini dialami Si Kecil. Sebab itu, sebaiknya kurangi meng-upload foto buah hati ke media sosial.

 

  1. Kejahatan Seksual

Ketika meng-upload foto Si Kecil tanpa membuat pengaturan pada privasi akun media sosial, hal ini membuka peluang bagi pelaku kejahatan online untuk memanfaatkan dan mengambil foto agar mendapatkan kesenangan hingga keuntungan secara tidak baik. Salah satunya, para pelaku pedofil atau kejahatan seksual.

 

Tentu akan sangat mengejutkan menemukan foto-foto menggemaskan Si Kecil terpampang di situs yang membuat konten berbau pornografi.

 

  1. Pemalsuan Profil Akun Media Sosial

Kekinian, banyak cara bagi para pelaku kejahatan online untuk meraih keuntungan. Seperti para pelaku penipuan online.

Jika tidak berhati-hati dalam meng-upload foto-foto anak ke media sosial, dikhawatirkan akan dimanfaatkan oleh pelaku penipuan online untuk menggunakan foto-foto Si Kecil sebagai foto profil akun palsu.

Kasus ini seringkali terjadi hingga merugikan pemilik foto yang digunakan para pelaku penipuan online. Beberapa laporan paling banyak datang dari media sosial seperti Facebook.

 

  1. Meme

Meme yang bertaburan di media sosial, memang mampu menghibur para peselancar dunia maya. Namun, pernahkah kita berpikir dari mana foto-foto meme-meme tersebut berasal?

Pencurian foto di media sosial pernah terjadi seperti yang dilaporkan Huffingtonpost.co.uk. Sebuah kasus yang dialami oleh seorang Ibu, ketika ia melihat foto ekspresi kesal dari buah hatinya terpampang menjadi lelucon seperti meme dan menjadi viral di media sosial.

Seketika, meme yang seharusnya hanya lelucon menjadi menyedihkan ketika melihat foto Si Kecil diubah menjadi meme dan viral di media sosial.

 

  1. Iklan

Pencurian foto anak di media sosial juga sering dimanfaatkan untuk kebutuhan promosi atau iklan sebuah produk anak-anak.

Kasus ini juga pernah dialami oleh seorang ibu. Menurut laporan Huffington Post, foto dari seorang anak telah dimanfaatkan tanpa seizin orangtuanya dan dijadikan sebagai iklan sebuah toko di Republik Ceko.

 

  1. Baby Role Playing

Bunda tentu sangat menyakitkan, jika foto Si Kecil diakui sebagai anak orang lain. Kasus ini kini marak terjadi di media sosial, seperti di Instagram. Orang-orang yang tidak bertanggung jawab akan membagikan foto-foto Si Kecil tanpa adanya izin.

Meski tidak membahayakan secara fisik terhadap Si Kecil, namun tindakan mengambil dan mengekspos foto tanpa izin juga dianggap pencurian terhadap identitas anak. Hal ini tentunya melanggar hak kekayaan intelektual.

Demikian, beberapa bahaya yang mengintai jika sering meng-upload foto Si Kecil ke media sosial. Tidak salah jika ingin berbagi kebahagiaan melalui foto-foto lucu dan menggemaskan Si Kecil di media sosial, namun sebaiknya perhatikan faktor keamanan. Salah satunya dengan memberi pengaturan privasi pada akun media sosial Bunda untuk membatasi siapa saja yang boleh melihat foto-foto Si Kecil.(Yolaristania Vidiani)

About The Author

Reply