Penyebab anak sering ngambek

Mom Sharing – Kebiasaan sering ngambek tidak hanya orang tua dan para remaja saja yang sering di alami, akan tetapi anak kecil juga sering mengalami ngambek atau marah. Ada beberapa anak biasanya sering mengalami ngambek, marah, bahkan mengamuk. Kemarahan tersebut biasanya akan dialami oleh anak dengan cara menjerit, menangis terlalu kencang, dan berguling-guling dilantai, sambil menghempaskan dirinya sendiri ke dinding. Lalu apa penyebab dari anak yang sering mengalami ngambek?

Kemarahan yang sering dilakukan pada anak akan terjadi dan diselingi mengamuk bisanya ada salah satu penyebabnya. Tidak mungkin anak tersebut tiba-tiba ngambek tanpa sebab dan akibat, orang tua akan mengetahui penyebab anak mengambek akan mempermudahkan untuk meredahkannya. Orang tua yang tidak mampu untuk merendahkan kemarahan anak justru anak akan semakin marah dan mengamuk. Jika hal tersebut semakin berlanjut terjadi anak akan terbiasa dan sering melakukan hal ini.

Beberapa dari penyebab ini akan terbiasa dan memicu anak akan lebih sering ngambek dan mengamuk, apa saja penyebab dari anak yang sering marah dan mengambek.

Berikut ini adalah penyebab dari anak yang sering mengambek:

  1. Meniru perilaku atau sifat orang tua

Salah satu penyebab dari anak yang sering marah dan ngambek pada tahap pertama yaitu memiliki kebiasaan atau sifat yang sama dengan orang tua. Dan begitu juga kebiasaan orang tua yang sering marah, anak akan mengikuti atau meniru kebiasaan tersebut dengan berulang kali sehingga hal tersebut mulai terbiasa. Dengan tindakan marah yang sering dilakukan orang tua, anak akan berasumsi hal yang sangat wajar yang biasanya sering dilakukan oleh orang tua.

 

  1. Keinginan yang tidak di turuti oleh orang tua

Berikutnya hal yang sering terjadi pada anak yaitu salah satu keinginannya tidak pernah dituruti oleh orang tua. Kebanyakan anak akan marah atau mengambek ketika keinginannya tidak diwujudkan, menurut anak dengan tindakan tersebut ia akan mendapatkan keinginannya atau cara yang sangat efektif agar keinginan tersebut akan dipenuhi. Tindakan orang tua seharusnya lebih tegas terhadap anak nya jika tidak mampu memberikan sesuatu ke anaknya, karena jika hal tersebut dituruti terus anak akan lebih manja dan dengan mudahnya keinginannya tersebut harus dipenuhi.

 

  1. Rasa ingin tahu yang tidak terjawab oleh orang tua

Pada usia anak yang masih digolongkan dengan kata kanak-kanak, yaitu di masa anak yang ingin terus berkembang dan memiliki rasa ingin tahu yang sangat tinggi. Bahkan dengan rasa ingin tersebut anak akan marah-marah dan disertai mengamuk. Karena rasa ingin tahunya tidak terjawab oleh kedua orang tua. Oleh sebab itulah anak akan ngambek dan menimbulkan rasa kekecewaan dan berujung pada tingkat kemarahan, oleh sebab itu tindakan orang tua adalah tidak boleh membiarkan rasa ingin tahu anak agar mereka tidak mudahnya mengalami marah dan disertai mengamuk.

 

  1. Mencari perhatian

Biasanya anak yang sering melakukan marah dan mengamuk adalah untuk mencari perhatian kepada kedua orang tua mereka, karena dengan kesibukan orang tua anak merasa kurang perhatian penuh dan juga kasih sayang. Akibat dari kurang perhatian yaitu orang tua terlalu sibuk dengan pekerjaan mereka. Sehingga anak kurang perhatian dan mengakibatkan anak sering marah dan juga ngambek, karena dengan tindakan tersebut bisa membuat orang tua memperhatikan dan menuruti keinginan anak. Kurang perhatian biasanya sering dialami oleh anak-anak orang kaya yang terlalu sibuk dengan pekerjaannya bukan kepada keluarganya.(Nanda EdinaWulan Sari)

About The Author

Reply