Anak Menangis Saat Disapih

Anak Menangis Saat Disapih – Banyak produk susu yang dikatakan sebagai produk yang baik dan berkualitas bagi bayi dan juga anak-anak, namun sebenarnya air susu ibulah yang merupakan asupan terbaik bagi bayi dan anak pada saat ini. Air Susu Ibu (ASI) seharusnya tetap menjadi asupan bagi bayi selama 6 bulan pertama sejak bayi dilahirkan. Karena ASI bayi akan mendapatkan asupan yang terbaik dan bergizi layaknya karbohidrat, vitamin, protein dan kandungan sehat lainnya.

 

Meminum ASI terus-menerus

Namun, anak tidak diperbolehkan untuk meminum ASI terus-menerus, karena menyusui lebih dari 2 tahun akan mempunyai banyak risiko. Seharusnya anak harus berhenti minum ASI ketika dia sudah menginjak 2 tahun, atau dengan istilah lainnya yaitu disapih. Ibu bisa memberhentikan anak untuk menyusui kapan saja, sesuai dengan kebutuhan ibu, dan semuanya tergantung pada keputusan ibu.

 

Berhenti untuk memberikan ASI

Berhenti untuk memberikan ASI kepada anak memang bukanlah suatu hal yang mudah dikarenakan terkadang ibu tidak tega dan khawatir serta masih ragu untuk menyapih anaknya, karena menyusui ASI merupakan kesenangan tersendiri bagi sang buah hati.  Meskipun sulit, namun hal ini harus dilakukan ibu secara perlahan, bertahap dan konsisten. Maka dari itu, untuk membiasakan anak untuk tidak menyusui memerlukan sebuah perjuangan dan kesabaran yang ekstra.

 

Proses menyapih

Pada saat proses menyapih tentu saja tidak akan selalu berjalan dengan mulus, anak akan banyak tingkah dikarenakan ibu tidak memberinya ASI, seperti rewel dan bahkan nangis. Selain itu juga anak akan tantrum saat disapih. Tetapi, ketika anak menangis jangan langsung ibu beri ASI. Kenapa? Karena hal tersebut akan membuat anak sengaja menangis, karena ia akan berpikir bahwa ketika ia nangis maka ibunya akan memberinya ASI.

Ketika anak menangis, seharusnya ibu harus pintar-pintar mengalihkan fokusnya ke tempat lain. Misalnya memberinya mainan agar ia berhenti menangis, memberi air putih, atau hal lain yang bisa membuatnya senang dan lupa untuk meminta menyusui. Sebenarnya bukanlah suatu hal yang sulit, asal sang ibu konsisten saja. Ibu jangan mau kalah ketika sang anak menangis dan jangan langsung luluh, dia itu juga bisa lebih mengerti dari apa yang ibu pikir. Jangan biarkan dia sengaja menangis meskipun hal ini merupakan suatu hal yang sulit dalam menghadapi kerewelan anak tersebut.

 

Menghadapi anak saat menangis

Kamu adalah ibunya, jadi hanya sang ibulah yang paham dan mengerti betul bagaimana menghadapi anak saat menangis. Pasti ibu lebih tau cara yang lebih efektif dan efesien untuk menghadapi anak dalam hal apapun itu. Ibu harus mempunyai kesabaran yang sangat luar biasa dalam proses menyapih ini. Karena hal ini tentunya untuk kebaikan bersama, antara ibu dan anak.

 

Metode WWL

Setiap ibu pasti punya cara bijak tersendiri dalam menghadapi anak menangis saat disapih. Ibu bisa gunakan metode WWL (Weaning With Love) atau disebut juga dengan menyapih dengan cinta. Ibu bisa bertanya atau browsing tentang WML ini, dan sudah banyak ibu diluar sana sukses menyapih dikarenakan menggunakan metode ini. Ibu dan anak harus sama-sama harus siap dan sepakat untuk menyapih. Maka dari itu tidak akan ada proses yang menyakitkan diantara kedua belah pihak.

Jadi, ibu tidak perlu khawatir atau panik ketika anak menangis saat disapih. Hadapi dengan tenang, perlahan dan bertahap.  Ketika anak menangis saat disapih kita boleh memberinya ASI sekali-kali, tetapi jangan keseringan apalagi dibiasakan. Cukup konsisten saja, dan ingat kembali niat awal, semuanya juga demi kebaikan bersama.

Masih banyak ibu yang mengalami proses menyapih yang sama dengan tantangan yang berbeda. Dan masih banyak ibu yang masih bingung bagaimana menghadapi anak menangis saat disapih ini. Tetapi percayalah, semua ibu pasti sukses menghadapi anak saat dalam proses menyapih, karena semua ibu di dunia ini adalah ibu yang hebat! Semangat dan semoga bermanfaat!

 

 

 

About The Author

Reply