Cara Menyapih Anak Menurut Islam

Cara Menyapih Anak Menurut Islam – Menyapih merupakan suatu proses dimana merubah pola makan anak menjadi lebih meningkat secara perlahan dan bertahap, dari mengonsumsi ASI ke makanan padat. Banyak cara atau metode yang digunakan orangtua terutama ibu pada saat proses menyapih. Proses menyapih ini sangat penting untuk diperhatikan, kemudian diterapkan dengan baik agar tidak saling menyakiti berbagai pihak, baik pihak ibu maupun anak.

 

Mengatur pola asuh sang anak

Pada saat menyapih ibu harus melakukan cara yang  tepat dalam mengatur pola asuh sang anak, agar asupan gizinya tetap terjaga, dan agar anak tidak trauma secara psikis. Namun bagi orang tua yang muslim, sudah tahukan bagaimana cara menyapih anak menurut Islam? Dan bagaimana usia serta aturan yang benar dan tepat untuk menyapih menurut pandangan Islam?

 

Batas usia anak untuk disapih

Di dalam Islam tidak menyebutkan batas usia anak untuk disapih, namun hal tersebut bukan berarti sang anak harus diberi ASI terus menerus atau dalam artian lain tidak disapih.  Tetapi bagi orang tua yang menyapih anaknya pada saat anak tersebut sudah berusia tepat dua tahun merupakan sebuah keputusan yang tepat.  Karena dalam Alqur’an surat Al Baqarah sudah disebutkan bahwa penyusuan hingga dua tahun adalah penyusuan yang telah sempurna. Namun metode dan cara yang digunakan untuk menyapih tergantung kepada orang tua masing-masing.

 

Ayat tentang nyapih anak

Berdasarkan ayat tentang penyapihan tersebut, kita bisa mengambil salah satu faedahnya. Faidah tersebut yaitu tentang musyawarah dan kerelaan antara Ibu dan Ayah. Karena tidak semua keputusan menyapih ini diambil oleh sang ibu saja ataupun ayah saja. Ditambah lagi anak yang telah berusia dua tahun sudah bisa diajak musyawarah, maka akan sangat terpuji bila proses penyapihan ini mendapat kesukarelaan dari sang anak. Apalagi Islam telah mengajarkan melalui Rasulullah SAW agar menyayangi anak-anak. Selain itu juga allah telah berfirman dalam Al-qur’an Surah Al-Luqman : 14, bahwa allah telah memerintahkan manusia untuk berbuat baik kepada ibu-bapaknya, ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun.

 

Pemberian ASI yang sempurna

Dalam ayat tersebut menunjukkan bahwa Jasa kedua orang tua dalam pemberian ASI yang sempurna. Maka dari itu jasa ini bisa dijadikan sebuah pengingat anak dan juga kenangan indah yang akan selalu dikenang baik hingga besar nanti.  Orang tua harus menyapih anak dengan penuh kasih sayang, sebagaimana islam telah mengajarkannya. Jadi,

 

Cara menyapih anak menurut islam

Bagaimana ? Berikut beberapa cara menyapih anak menurut islam :

  1. Niat dan Doa

Niat dan Doa merupakan suatu kunci yang paling penting dalam hal apapun. Karena apa yang kita kerjakan tanpa niat dan juga doa tidak akan selalu berjalan mulus.  Orangtua harus mempunyai niat yang baik pada setiap proses menyapih, selalu membaca “Bismillah” sebelum memulai aktivitas, termasuk proses menyapih ini. Namun tidak ada doa khusus untuk Sang anak agar anak tersebut tidak lagi bergantung kepada ASI. Namun orangtua bisa memohon doa agar diberikan kelancaran dalam proses menyapih.

  1. Perhatikan Usianya

Di dalam Islam, usia untuk menyusui atau memberikan ASI hingga anak menginjak dua tahun. Bukan tanpa dasar, Allah SWT telah berfirman dalam Al-Qur’an mengenai hal ini. Qs Al-Baqarah : 233) :

وَالْوَالِدَاتُ يُرْضِعْنَ أَوْلَادَهُنَّ حَوْلَيْنِ كَامِلَيْنِ ۖ لِمَنْ أَرَادَ أَنْ يُتِمَّ الرَّضَاعَةَ

“ Para ibu harus memberi ASI kepada anak-anak selama dua tahun” – Qs Al-Baqarah : 233

  1. Sabar dan Bijaksana

Menyapih anak bukanlah suatu hal yang mudah, ibu seringkali dihadapi dengan perasaan khawatir dan tidak tega. Namun, tetaplah sabar dan tegar menjalaninya. Bimbing hati untuk tetap konsisten menjalaninya, dan cukup ingat bahwa semua yang ibu lakukan adalah demi kebaikan sang anak. Jangan gunakan trik tertentu yang tidak aman dan membahayakan si kecil. Cukup pelajari cara menyapih dengan cinta. Dan bagaimanapun caranya, ibu harus tetap memperhatikan psilkogis anak agar tidak trauma.

 

  1. Mengetahui Informasi MPASI yang Baik

Dalam ajaran islam, halal serta kebaikan makanan telah menjadi hal yang harus diperhatikan. Hal ini tentu saja berlaku dalam pemberian MPASI pada sang anak. Namun tak hanya halal, ibu juga harus mengetahui kandungan makanan dan minuman, tekstur dan bahan yang cocok untuk usia anak.

 

  1. Peran Ayah dalam Menyapih

Cara penting menyapih menurut islam lainnya yaitu melibatkan peran ayah dalam setiap prosesnya. Islam sudah mengatur hal ini dan sudah ditegaskan mengenai tanggung jawabnya dalam Al-quran. Dukungan dari sang Ayah juga penting dalam proses menyapih ini.

Nah, itulah beberapa cara menyapih menurut islam. Jadi bagi orangtua yang masih menyapih anaknya, silahkan gunakan cara yang baik dan tepat serta tentu saja tidak keluar dari ajaran islam.(Mega)

 

 

 

.

 

 

About The Author

Reply