Parental Burnout: Tanda, Dampak, dan Cara Mengatasi

2 min read

parental burnout

Bertindak sebagai orang tua merupakan peran yang membutuhkan banyak energi dan keterlibatan. Namun, seringkali, tuntutan dan tekanan yang tinggi dapat menyebabkan apa yang dikenal sebagai parental burnout.

Dalam artikel ini, Momsharing akan menjelaskan apa itu parental burnout, mengidentifikasi tanda-tanda parental burnout, mengeksplorasi dampak parental burnout, dan memberikan tips efektif untuk mengatasi parental burnout. Simak penjelasannya dalam artikel berikut!

Apa Itu Parental Burnout?

Parental burnout adalah kondisi di mana orang tua mengalami kelelahan fisik dan mental (emosional) yang mendalam, disebabkan oleh stres berlebihan dalam mengurus anak-anak. Orang tua yang mengalami parental burnout akan merasa terlalu lelah, kehilangan motivasi, dan sering kali merasa terbebani dengan tugas-tugas sehari-hari. Ini bukan hanya sebatas kelelahan biasa, melainkan suatu kondisi yang dapat berdampak serius pada kesejahteraan mental dan emosional orang tua.

Tanda-tanda Parental Burnout

Sebagai orang tua dengan segala aktivitas harian yang padat, Moms perlu mengetahui apa saja tanda parental burnout. Berikut ini ciri-ciri orang tua yang mengalami kondisi parental burnout:

1. Kelelahan yang berlebihan

Biasanya, orang tua yang mengalami parental burnout seringkali mengalami kelelahan yang tidak dapat diatasi dengan istirahat singkat. Bahkan, tidur yang cukup pun tidak memberikan pemulihan yang memadai.

2. Kurangnya motivasi

Tanda lainnya adalah kehilangan motivasi dalam melakukan tugas-tugas sehari-hari, seperti memasak, membersihkan rumah, atau bahkan bermain dengan anak-anak adalah tanda lain dari parental burnout.

3. Perubahan mood yang signifikan

Orang tua yang terkena parental burnout sangat rentan mengalami perubahan suasana hati (mood) yang drastis, mulai dari rasa frustasi hingga perasaan putus asa.

4. Penurunan kinerja pekerjaan

Tidak bisa disepelekan, faktanya parental burnout tidak hanya memengaruhi kehidupan di rumah, tetapi juga dapat memengaruhi kinerja pekerjaan orang tua, karena fokus dan energi terkuras oleh stres.

Dampak Parental Burnout

Berdasarkan studi terbaru dalam jurnal “Journal of Family Psychology” menunjukkan bahwa parental burnout dapat berdampak serius pada kesejahteraan anak-anak. Anak-anak yang tumbuh dalam lingkungan di mana orang tua mengalami burnout, cenderung mengalami masalah emosional dan perilaku.

Dr. Laura Thompson, seorang ahli psikologi anak, menjelaskan beberapa dampak parental burnout yang serius, di antaranya:

  • Gangguan kesehatan mental. Kondisi parental burnout umumnya memicu masalah kesehatan mental seperti depresi dan kecemasan.
  • Pengaruh pada hubungan orangtua-anak. Kualitas hubungan dengan anak dapat terpengaruh, dengan kurangnya ketersediaan emosional dan fisik.
  • Gangguan kesehatan fisik. Juga, kelelahan yang berkepanjangan bisa menyebabkan masalah fisik, seperti gangguan tidur dan penurunan sistem kekebalan tubuh.

Tips Mengatasi Parental Burnout

Jika Moms mengalami tanda-tanda seperti yang disebutkan di atas, sangat mungkin Moms mengalami parental burnout. Sebelum terlambat, berikut ini tips mengatasi kondisi parental burnout yang bisa dilakukan:

1. Berbicara dengan pasangan

Komunikasi terbuka dengan pasangan adalah langkah pertama untuk mengatasi parental burnout. Membagi tugas dan tanggung jawab dengan adil dapat mengurangi beban yang dirasakan oleh satu orang tua.

2. Ambil waktu untuk diri sendiri

Moms, menjaga keseimbangan antara waktu untuk keluarga dan waktu untuk diri sendiri sangatlah penting. Maka dari itu, sempatkan waktu untuk melakukan aktivitas yang Moms nikmati untuk mengisi ulang energi, ya.

3. Minta bantuan

Dalam beberapa hal, tidak ada yang salah dengan meminta bantuan orang lain. Terkadang, meminta bantuan dari keluarga atau teman dapat memberikan dukungan yang diperlukan, Moms.

4. Prioritaskan kesehatan mental

Jangan lupa, menjaga kesehatan mental merupakan langkah yang sangat penting. Maka dari itu, sebaiknya tidak perlu ragu untuk mencari bantuan profesional jika memang butuh, seperti konselor atau psikolog.

Kesimpulan

Dari penjelasan di atas, parental burnout adalah masalah serius yang dapat mempengaruhi seluruh keluarga. Mengenali tanda-tanda dan mengambil langkah-langkah untuk mencegah atau mengatasi parental burnout adalah investasi dalam kesejahteraan keluarga. Dengan mengambil tindakan sekarang, Moms dapat menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan bahagia untuk anak-anak.

Jaga kesehatan mental dan ingatlah bahwa menjadi orang tua tidak berarti Moms harus mengorbankan kesejahteraan diri sendiri, loh. Dengan menerapkan pendekatan yang tepat dan dukungan yang mencukupi, Moms dapat mengatasi parental burnout dan membangun hubungan yang lebih kuat dengan anak-anak.

Artikel ini disusun oleh Momsharing untuk memberikan panduan dan informasi bermanfaat kepada para orangtua. Kami berharap artikel ini bermanfaat bagi Moms untuk mengatasi kondisi parental burnout yang mungkin dapat dialami.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *