Kiat Mengajarkan Karakter Disiplin pada Anak Sedari Dini

3 min read

kiat disiplin anak

Disiplin anak merupakan salah satu aspek penting dalam tugas orang tua. Bukan hanya soal waktu, tapi disiplin juga mengajarkan anak-anak tentang cara berperilaku dan berinteraksi secara sosial dengan norma dan nilai yang baik.

Dalam artikel ini, Momsharing akan berbagi kiat disiplin anak yang efektif, termasuk metode disiplin positif, cara mengatasi tantrum anak, dan tips untuk mengajari anak tentang berbagi. Simak penjelasannya sampai selesai, yuk!

Metode Disiplin Positif pada Anak

Sesuai namanya, disiplin positif adalah pendekatan yang berfokus pada mengajarkan anak aturan dan perilaku yang baik dengan penuh kasih sayang dan pemahaman. Ini bertujuan untuk membentuk karakter anak tanpa perlu mengancam atau menghukum mereka. Berikut ini beberapa prinsip dasar metode disiplin positif yang bisa Moms terapkan:

1. Komunikasi yang Terbuka

Cara pertama yang bisa dilakukan, yaitu mencoba untuk membicarakan aturan dan harapan bersama anak secara terbuka. Ajaklah mereka untuk berbicara tentang perasaan mereka dan mengapa suatu aturan ada.

2. Konsistensi

Tetap konsisten dalam penerapan aturan kepada anak merupakan poin penting. Anak harus tahu apa yang diharapkan dari mereka dan konsekuensinya jika mereka melanggar aturan.

3. Memberikan Konsekuensi yang Bijak

Pada dasarnya, konsekuensi sebaiknya bersifat pembelajaran, bukan hukuman. Misalnya, jika anak melanggar aturan tentang berbicara kasar, Moms bisa meminta si kecil untuk meminta maaf kepada orang yang mereka ucapkan kata-kata kasar.

4. Memberikan Pujian dan Dorongan

Terakhir, jangan lupa untuk memberikan pujian ketika anak mematuhi aturan dan berperilaku baik, ya, Moms. Dengan menerapkan hal ini, perilaku positif anak semakin kuat dan ia terus mengembangkan hal-hal baik lainnya.

Cara Mengatasi Tantrum Anak

cara mengatasi tantrum anak

Secara definisi, tantrum adalah reaksi emosional yang kuat, seringkali melibatkan menangis, berteriak, berguling-guling di lantai, dan perilaku agresif lainnya, seperti memukul atau melempar benda.

Tantrum anak adalah bagian normal dari perkembangan anak, terutama pada usia 1–3 tahun. Ini menjadi cara anak mengungkapkan frustasi, kekecewaan, atau ketidakmampuan mereka untuk mengkomunikasikan perasaan mereka dengan kata-kata.

Walau begitu, menghadapi anak tantrum tidaklah mudah dan ada cara mengatasi tantrum anak yang tidak menggunakan emosi. Moms butuh kesabaran, pengertian, dan pendekatan yang tepat. Untuk membantu menghadapi kondisi anak tantrum, berikut beberapa tips yang bisa dilakukan:

1. Tetap Tenang

Ketika anak sedang tantrum, penting untuk tetap tenang. Jika Moms merasa marah atau frustrasi, cobalah untuk menjauh sejenak untuk meredakan emosi diri sebelum menangani tantrum pada anak.

2. Berikan Dukungan Emosional

Selain itu, cobalah untuk memahami perasaan si kecil. Moms dapat mengatakan sesuatu seperti, “Ibu tahu kamu sedang marah/frustrasi/kecewa, dan itu oke. Coba kita bicarakan pelan-pelan, ya”. Cara tersebut dapat membantu anak merasa didengar dan diterima.

3. Jangan Memarahi atau Mengancam

Tahukah Moms, memarahi atau mengancam anak saat tantrum dapat memperburuk situasi, loh. Daripada menghabiskan energi untuk marah-marah, akan lebih baik Moms menghindari mengancam atau menghukum anak selama tantrum karena itu hanya akan meningkatkan tingkat kecemasan anak.

4. Berikan Pilihan

Selanjutnya, memberikan anak beberapa pilihan sederhana dapat membantu mengurangi frustasi mereka. Misalnya, Moms bisa bertanya, “Apakah kamu ingin memakai sepatu merah atau sepatu biru hari ini?”. Dengan begitu, si kecil merasa bahwa ia punya kesempatan atau ruang untuk memilih sesuatu sesuai keinginan hatinya.

5. Bantu Anak Berbicara

Jika anak mengalami kesulitan berkomunikasi, Moms dapat membantu mereka berbicara menggunaka kata-kata yang baik. Coba tanyakan, “Apa yang membuatmu marah/frustrasi, Nak?”. Cara ini bisa membantu anak menyampaikan perasaan mereka.

6. Kenali Saat yang Tepat untuk Mengabaikan

Terkadang, mengabaikan tantrum anak adalah cara terbaik untuk mengatasinya. Apabila tantrum anak tidak membahayakan diri mereka atau orang lain, tidak ada salahnya sesekali Moms membiarkan mereka merasa marah sebentar dan mereka mungkin mereda dengan sendirinya.

Tips Mengatasi Anak Berbagi

Selain mendidik anak untuk disiplin, Moms juga penting mengajarkan anak tentang rasa berbagi. Sharing is caring, ya seperti itulah kalimat yang tepat menggambarkan bagaimana pentingnya pelajaran tentang berbagi kepada sesama. Berbagi adalah keterampilan sosial yang penting untuk diajarkan kepada anak sejak dini. Berikut beberapa tips untuk mengajari anak tentang berbagi:

1. Jadilah Contoh

Secara naluriah, anak-anak belajar dengan meniru orang dewasa. Maka, Moms bisa mulai dengan menjadikan diri sebagai contoh atau role model yang baik dalam berbagi dengan orang lain, baik dengan anak-anak maupun orang dewasa.

2. Berbicara tentang Kelebihan Berbagi

Selanjutnya, jelaskan kepada anak tentang manfaat berbagi, misalnya berbagi sesuatu yang dimiliki kepada teman, menjaga hubungan yang baik, dan membuat orang lain bahagia.

3. Berikan Pujian untuk Perilaku Berbagi

Tidak lupa, berikanlah pujian dan apresiasi ketika anak berbagi dengan baik, ya, Moms. Ini akan menguatkan perilaku positif mereka.

4. Berikan Kesempatan untuk Berbagi

Learning by doing merupakan teknik pembelajaran yang sangat baik dilakukan untuk anak. Moms bisa berikan kesempatan bagi anak untuk berbagi, baik dengan mainan, makanan, atau permainan. Cara ini akan membantu si kecil mengembangkan keterampilan berbagi.

Apa Kata Para Ahli?

Menurut Dr. Jane Nelsen, seorang ahli dalam praktik disiplin positif, metode-metode di atas membantu anak belajar mengendalikan diri secara mandiri, memahami aturan, dan mengembangkan empati terhadap orang lain. Juga, Dr. Laura Markham, seorang psikolog klinis terkenal, menyarankan bahwa pendekatan penuh kasih sayang dalam mengatasi tantrum anak akan membantu si kecil merasa aman dan mendukung pertumbuhan emosional mereka.

Kesimpulan

Disiplin anak yang efektif adalah tentang membantu anak mengembangkan keterampilan sosial dan emosional yang baik, bukan tentang mengendalikan mereka. Ingatlah bahwa setiap anak merupakan individu yang berbeda dan pendekatan yang berfungsi untuk satu anak mungkin tidak berfungsi untuk yang lain.

Dalam mendidik anak, kesabaran adalah kunci. Disiplin yang efektif membutuhkan waktu, konsistensi, dan cinta. Maka dari itu, penting bagi Moms untuk selalu memberikan dukungan emosional dan memahami perasaan anak. Dengan pendekatan positif dan kasih sayang, Moms dapat membentuk karakter anak yang baik dan membantu mereka tumbuh menjadi individu yang bertanggung jawab dan peduli terhadap orang lain.

Artikel ini disusun oleh Momsharing untuk memberikan panduan dan informasi bermanfaat kepada para orangtua. Kami berharap artikel ini bermanfaat bagi Moms dan keluarga Moms dalam menerapkan kiat-kiat disiplin positif kepada anak dengan pendekatan yang tepat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *