6 Tips Mengatasi Tantrum Anak Tanpa Emosi

2 min read

cara mengatasi tantrum anak

“Tantrum anak” – dua kata yang cukup untuk membuat orangtua berkeringat dingin. Setiap orangtua sangat mungkin pernah mengalami momen saat anak meledak dalam kemarahan dan kekecewaan, bahkan terkadang tanpa alasan yang jelas. Dalam artikel ini, Momsharing akan menjelaskan apa itu tantrum anak, apa penyebabnya, dan bagaimana cara mengatasi tantrum anak dengan bijak. Langsung saja simak, yuk!

Apa Itu Tantrum Anak?

Secara definisi, tantrum adalah reaksi emosional yang kuat, seringkali melibatkan menangis, berteriak, berguling-guling di lantai, dan perilaku agresif lainnya, seperti memukul atau melempar benda. Tantrum anak adalah bagian normal dari perkembangan anak, terutama pada usia 1–3 tahun. Ini adalah cara anak mengungkapkan frustasi, kekecewaan, atau ketidakmampuan mereka untuk mengkomunikasikan perasaan mereka dengan kata-kata.

Penyebab Tantrum Anak

Tantrum anak dapat memiliki berbagai penyebab. Memahami penyebabnya adalah langkah pertama untuk mengatasinya, Moms. Beberapa penyebab umum tantrum anak meliputi:

1. Frustrasi Komunikasi

Pada usia perkembangannya, anak-anak belum memiliki kemampuan berkomunikasi yang matang. Ketika mereka tidak bisa menyampaikan apa yang mereka inginkan atau butuhkan, ini dapat menyebabkan frustasi yang menyebabkan tantrum.

2. Kelelahan atau Kelaparan

Kebanyakan anak yang lelah atau lapar cenderung lebih rentan terhadap tantrum. Maka dari itu, pastikan anak Moms cukup tidur dan mendapatkan makanan yang cukup, ya.

3. Perubahan Rutinitas

Rutinitas yang tidak biasa dan kejutan yang tidak diinginkan, seperti perubahan mendadak dalam rutinitas harian, bisa memicu tantrum anak. Jadi, penting untuk Moms memahami apa rutinitas yang disenangi dan tidak disenangi si kecil.

4. Perasaan Takut atau Cemas

Hal yang wajar jika anak-anak merasa takut atau cemas terhadap situasi atau orang yang tidak mereka kenal. Namun, situasi seperti itu sangat memungkinkan memicu tantrum dalam waktu yang lama dikarenakan perubahan mood mendadak.

5. Perasaan Frustrasi dan Marah

Perkembangan usia secara bertahap pada dasarnya mengajarkan anak-anak untuk belajar mengatur emosi mereka. Hanya saja, ketika mereka merasa frustrasi atau marah, mereka mungkin meledak dalam tantrum.

Cara Mengatasi Tantrum Anak

Moms, mengatasi tantrum anak sebaiknya tidak menggunakan emosi dan tidak perlu marah, ya. Butuh kesabaran, pengertian, dan pendekatan yang tepat. Nah, untuk membantu Moms menghadapi kondisi anak tantrum, berikut beberapa tips yang bisa dilakukan:

1. Tetap Tenang

Ketika anak sedang tantrum, penting untuk tetap tenang. Jika Moms merasa marah atau frustrasi, cobalah untuk menjauh sejenak untuk meredakan emosi diri sebelum menangani tantrum pada anak.

2. Berikan Dukungan Emosional

Selain itu, cobalah untuk memahami perasaan si kecil. Moms dapat mengatakan sesuatu seperti, “Ibu tahu kamu sedang marah/frustrasi/kecewa, dan itu oke. Coba kita bicarakan pelan-pelan, ya”. Cara tersebut dapat membantu anak merasa didengar dan diterima.

3. Jangan Memarahi atau Mengancam

Tahukah Moms, memarahi atau mengancam anak saat tantrum dapat memperburuk situasi, loh. Daripada menghabiskan energi untuk marah-marah, akan lebih baik Moms menghindari mengancam atau menghukum anak selama tantrum karena itu hanya akan meningkatkan tingkat kecemasan anak.

4. Berikan Pilihan

Selanjutnya, memberikan anak beberapa pilihan sederhana dapat membantu mengurangi frustasi mereka. Misalnya, Moms bisa bertanya, “Apakah kamu ingin memakai sepatu merah atau sepatu biru hari ini?”. Dengan begitu, si kecil merasa bahwa ia punya kesempatan atau ruang untuk memilih sesuatu sesuai keinginan hatinya.

5. Bantu Anak Berbicara

Jika anak mengalami kesulitan berkomunikasi, Moms dapat membantu mereka berbicara menggunaka kata-kata yang baik. Coba tanyakan, “Apa yang membuatmu marah/frustrasi, Nak?”. Cara ini bisa membantu anak menyampaikan perasaan mereka.

6. Kenali Saat yang Tepat untuk Mengabaikan

Terkadang, mengabaikan tantrum anak adalah cara terbaik untuk mengatasinya. Apabila tantrum anak tidak membahayakan diri mereka atau orang lain, tidak ada salahnya sesekali Moms membiarkan mereka merasa marah sebentar dan mereka mungkin mereda dengan sendirinya.

Apa Kata Penelitian dan Para Ahli?

Menurut penelitian yang diterbitkan dalam “Journal of the American Academy of Child & Adolescent Psychiatry,” mengatasi tantrum anak dengan pendekatan yang bijak dan sabar dapat membantu anak mengembangkan keterampilan emosional yang lebih baik. Terapis anak, Dr. Jennifer Hartstein, menyatakan bahwa mengajarkan anak tentang cara mengatasi emosi mereka adalah kunci dalam mengurangi frekuensi tantrum.

Kesimpulan

Tantrum anak adalah bagian normal dari perkembangan anak dan hampir setiap orang tua akan menghadapinya pada suatu saat. Hal penting yang perlu diingat bahwa kesabaran dan pengertian merupakan kunci untuk mengatasi tantrum anak dengan sukses. Dalam situasi di mana Moms merasa kesulitan mengendalikan tantrum anak, jangan ragu untuk mencari bantuan atau saran dari seorang ahli kesehatan anak atau psikolog anak, ya.

Setiap tantrum menjadi peluang untuk mengajari anak Moms tentang pengaturan emosi dan komunikasi yang sehat. Dengan perhatian dan dukungan yang tepat, tantrum anak dapat menjadi kesempatan untuk pertumbuhan dan pembelajaran yang berharga bagi anak Moms.

Artikel ini disusun oleh Momsharing untuk memberikan panduan dan informasi bermanfaat kepada para orangtua. Kami berharap artikel ini bermanfaat bagi Moms dan keluarga Moms dalam mengatasi tantrum anak dengan pendekatan yang tepat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *